1. Indonesia Completes Fiber-Optic Network to Bring Internet to Remote East
  2. Indonesia Bersiap Bangun Silicon Valley di Papua
  3. Bikin Bangga! Begini Cara Pemuda Papua Ciptakan Lapangan Kerja di Papua
  4. 3 Good News from West Papua
  5. BBM Satu Harga, Berkah Warga Kampung Obano Papua
  6. 4 Unbelievable Things About West Papua Now
  7. West Papua Fight For Victory
  8. 5 Unique Qualities of West Papua You Never Know Before
  9. 5 Fakta Hutan Papua Yang Jarang Kamu Ketahui
  10. The Only Woman Minister From West Papua
  11. Festival Budaya Lembah Baliem 2019
  12. West Papua receives award from Conservation International
  13. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H
  14. Biak district bans use of plastic bags
  15. One price fuel station inaugurated at Maybrat
  16. Selamat Hari Asia-Afrika
  17. Suaramu, Untuk Bangsa. Let’s vote! 17 April 2019
  18. Indonesia creates three marine protected areas within Coral Triangle
  19. West Papua becomes Indonesia’s first conservation province
  20. Conservation International Applauds West Papua on Becoming First-Ever Conservation Province
  21. West Papua’s Wasior Airport Construction Starts in 2020
  22. The Facts behind the Infrastructure Development in West Papua
  23. ‘One fish at a time’: Indonesia’s tuna revival
  24. In West Papua, a Development Plan that Doesn’t Require Clearing Forest
  25. Villages in Papua have Started to Prosper in 2018
  26. Fast Internet in 2019? Let’s Browsing, West Papua!
  27. SabangMerauke: Toleransi Harus Dialami dan Dirasakan
  28. Seven Strategic Issues of Papua
  29. What is Actually Developing in West Papua
  30. Special Autonomy Fund for West Papuan
  31. Indonesia-Pacific ties important, says Indonesia
  32. Special Housing Units for West Papua
  33. Trans-Papua`s Jayapura-Wamena section project accelerated
  34. Papua is the Second Most Tolerant for Religious Issues
  35. Micro and mini-grids to bring power to Indonesia’s off-grid communities
  36. From 2015 to 2018, the Construction of Trans-Papua Road has Reached 908 KM in West Papua
  37. The Return of West Papua to Indonesia
  38. Fast Internet for West Papua
  39. For Brighter Papua, PLN to Collaborate with 5 State Colleges, Indonesian Armed Forces, and National Institute of Aeronautics and Space
  40. In 2025, West Papua Gap Index Will Decrease to 0.39 Percent
  41. West Papua Kicks Off Conservation Campaign
  42. Community-Based Economy is the Future of West Papua
  43. Infrastructure Breakthrough in Papua: Kartu Papua Sehat
  44. The Blooming Development In West Papua
  45. ENVIRONMENTWest Papua province is number one ranked for 2017 Environmental Quality Index
  46. ENVIRONMENTWest Papua province is number one ranked for 2017 Environmental Quality Index
  47. ENVIRONMENTWest Papua province is number one ranked for 2017 Environmental Quality Index
  48. Ketahanan Pangan Harus Bisa Atasi Masalah Pangan di Papua
Monday, October 21, 2019
  1. Indonesia Completes Fiber-Optic Network to Bring Internet to Remote East
  2. Indonesia Bersiap Bangun Silicon Valley di Papua
  3. Bikin Bangga! Begini Cara Pemuda Papua Ciptakan Lapangan Kerja di Papua
  4. 3 Good News from West Papua
  5. BBM Satu Harga, Berkah Warga Kampung Obano Papua
  6. 4 Unbelievable Things About West Papua Now
  7. West Papua Fight For Victory
  8. 5 Unique Qualities of West Papua You Never Know Before
  9. 5 Fakta Hutan Papua Yang Jarang Kamu Ketahui
  10. The Only Woman Minister From West Papua
  11. Festival Budaya Lembah Baliem 2019
  12. West Papua receives award from Conservation International
  13. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H
  14. Biak district bans use of plastic bags
  15. One price fuel station inaugurated at Maybrat
  16. Selamat Hari Asia-Afrika
  17. Suaramu, Untuk Bangsa. Let’s vote! 17 April 2019
  18. Indonesia creates three marine protected areas within Coral Triangle
  19. West Papua becomes Indonesia’s first conservation province
  20. Conservation International Applauds West Papua on Becoming First-Ever Conservation Province
  21. West Papua’s Wasior Airport Construction Starts in 2020
  22. The Facts behind the Infrastructure Development in West Papua
  23. ‘One fish at a time’: Indonesia’s tuna revival
  24. In West Papua, a Development Plan that Doesn’t Require Clearing Forest
  25. Villages in Papua have Started to Prosper in 2018
  26. Fast Internet in 2019? Let’s Browsing, West Papua!
  27. SabangMerauke: Toleransi Harus Dialami dan Dirasakan
  28. Seven Strategic Issues of Papua
  29. What is Actually Developing in West Papua
  30. Special Autonomy Fund for West Papuan
  31. Indonesia-Pacific ties important, says Indonesia
  32. Special Housing Units for West Papua
  33. Trans-Papua`s Jayapura-Wamena section project accelerated
  34. Papua is the Second Most Tolerant for Religious Issues
  35. Micro and mini-grids to bring power to Indonesia’s off-grid communities
  36. From 2015 to 2018, the Construction of Trans-Papua Road has Reached 908 KM in West Papua
  37. The Return of West Papua to Indonesia
  38. Fast Internet for West Papua
  39. For Brighter Papua, PLN to Collaborate with 5 State Colleges, Indonesian Armed Forces, and National Institute of Aeronautics and Space
  40. In 2025, West Papua Gap Index Will Decrease to 0.39 Percent
  41. West Papua Kicks Off Conservation Campaign
  42. Community-Based Economy is the Future of West Papua
  43. Infrastructure Breakthrough in Papua: Kartu Papua Sehat
  44. The Blooming Development In West Papua
  45. ENVIRONMENTWest Papua province is number one ranked for 2017 Environmental Quality Index
  46. ENVIRONMENTWest Papua province is number one ranked for 2017 Environmental Quality Index
  47. ENVIRONMENTWest Papua province is number one ranked for 2017 Environmental Quality Index
  48. Ketahanan Pangan Harus Bisa Atasi Masalah Pangan di Papua

Bermula dari pengalaman Ayu Kartika Dewi saat menjadi guru SD di Pulau Bacan, Halmahera, Maluku Utara. Sepuluh tahun sebelum kedatangannya, ada kerusuhan antar agama. Karena kerusuhan tersebut, Pemerintah memisahkan desa berdasar agama; ada desa dengan penduduk Muslim saja, dan ada desa dengan penduduk Kristiani saja. Saat itu, Ayu ditugaskan untuk mengajar di sebuah desa Muslim.

Pada suatu siang beredar kabar bahwa kerusuhan besar akan terjadi lagi. Murid-murid Ayu dengan panik berlari ke rumah Ayu, “Bu, hati-hati dengan orang Kristen! Mereka bisa bakar habis rumah!” Saat Ayu mencoba menenangkan mereka dengan mengatakan bahwa kerusuhannya terjadi di lokasi yang jauh, mereka kembali menjawab, “Kerusuhannya akan terbang ke sini!”

Anak-anak tersebut belum pernah bertemu dengan penganut Kristiani sebelumnya tetapi mereka sudah memiliki rasa kemarahan dan kebencian yang besar. Ayu pun menyadari bahwa rasa marah dan benci ini juga pasti terjadi pada anak-anak di desa Kristiani, dan mungkin juga di daerah-daerah lain selain di Maluku.

Keprihatinan Ayu terhadap menipisnya rasa toleransi pada anak-anak, generasi masa depan Indonesia, mendorong dirinya untuk mendirikan sebuah komunitas yang mengajarkan dan memperkenalkan lagi toleransi. Ayu bersama teman-temannya kemudian mendirikan SabangMerauke, sebuah program pertukaran pelajar dalam negeri.

Seperti apa rasanya menjadi berbeda? Seperti apa rasanya hidup di situasi yang tidak sama dengan tempat kita dibesarkan? Seperti apa saling menghargai? Seperti apa rasanya toleransi?  Menurut Komunitas SabangMerauke, merantau adalah jawabannya.

SabangMerauke mengumpulkan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia untuk tinggal bersama keluarga asuh di Jakarta yang berbeda dari mereka: seorang anak Bali beragama Hindu tinggal bersama keluarga Muslim, seorang anak Kalimantan beragama Kristen tinggal dengan keluarga Jawa-Muslim, seorang anak Maluku beragama Muslim tinggal dengan keluarga Cina-Katolik. SabangMerauke juga membuat prioritas untuk anak-anak yang berasal dari daerah yang pernah mengalami konflik.

Melalui pengalaman Ayu dalam melakukan banyak perjalanan dan juga merasakan hidup menjadi minoritas, Ayu percaya bahwa keanekaragaman tidak bisa diajarkan hanya dalam kelas saja; toleransi itu harus dirasakan dan dialami langsung oleh anak-anak.

Komunitas Sabang Merauke memiliki sebuah tagline yang unik: Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali. Dalam laman depan website-nya, sebuah kutipan tertera mencolok mata, “…karena toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan.”

SabangMerauke percaya bahwa interaksi langsung akan membuka hati dan pikiran anak asuh dan keluarga asuh. Interaksi ini juga akan menunjukkan bahwa sebenarnya ada banyak persamaan di antara mereka ketimbang perbedaan. Pada akhirnya, mereka pun akan menjadi duta perdamaian dalam lingkaran sosial mereka.

Komunitas yang berbasis di Jakarta Barat ini ingin memberikan pengalaman baru kepada anak-anak Indonesia; sebuah praktek bertoleransi. Sesuatu yang belum bisa diajarkan sepenuhnya oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Padahal pada hakikatnya, Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan adat budaya harus memiliki jiwa toleransi untuk memelihara keharmonisan dan persatuan.

Ratna Megasari yang pernah menjadi keluarga asuh SabangMerauke merasa bahwa dirinya tidak hanya mengajari dan memberi contoh toleransi kepada anak-anak, melainkan juga ikut belajar dari anak-anak. “Tadinya kita pikir, ‘Kita yang provider, kita yang kedatangan tamu, dia ikut kita, mestinya dia belajar dari kita.’ Tapi sesungguhnya, kami sebagai tuan rumah, kami juga belajar dari Apipa.” Apipa adalah salah satu anak asuh SabangMerauke.

Apipa sendiri menjadi lebih mengerti mengenai toleransi. “Apipa mengerti, kalau perbedaan agama itu penting. Terutama toleransi. Toleransi mengajarkan Apipa untuk menghargai orang lain. Selain menghargai agama Islam, Apipa juga harus menghargai orang yang beda agama.”

Vina, seorang adik asuh dari Tambrauw, Papua, bahkan pernah bertemu langsung dengan Basuki Cahya Purnama saat beliau masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia pun pernah bertemu langsung dengan Anies Baswedan yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

SabangMerauke mengajak keluarga asuh, kakak asuh, relawan, adik asuh, dan semua yang terlibat dalam kegiatannya untuk kembali pada hakikat kita semua sebagai rakyat Indonesia. Bangsa yang dikenal ramah, santun, dan memiliki toleransi tinggi terhadap sesama.

Ingin berpartisipasi dalam komunitas SabangMerauke dengan menjadi adik asuh, kakak asuh, maupun keluarga asuh? Kalian bisa langsung mengirimkan email pertanyaaan langsung dari halaman kontak SabangMerauke di sabangmerauke.id/contact-us atau bisa juga ke alamat email SabangMerauke di sabang.merauke@outlook.com.

Source:

https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20160125124542-317-106455/sabangmerauke-toleransi-harus-dialami-tidak-hanya-diajarkan/
https://www.ourbetterworld.org/story/two-faiths-one-roof-and-shared-humanity
http://sabangmerauke.id/

0 Comments

Leave a Comment